TENTANG KAMI

Kami berkomitmen untuk berbagi ilmu untuk kehidupan yang lebih baik.

TIM KAMI

Orang yang berkemampuan khusus yang bisa membantu anda.

  • Neila Jovan

    Head Hunter

    I long for the raised voice, the howl of rage or love.

  • Mathew McNalis

    Marketing CEO

    Contented with little, yet wishing for much more.

  • Michael Duo

    Developer

    If anything is worth doing, it's worth overdoing.

OUR SKILLS

We pride ourselves with strong, flexible and top notch skills.

Marketing

Development 90%
Design 80%
Marketing 70%

Websites

Development 90%
Design 80%
Marketing 70%

PR

Development 90%
Design 80%
Marketing 70%

ACHIEVEMENTS

We help our clients integrate, analyze, and use their data to improve their business.

150

GREAT PROJECTS

300

HAPPY CLIENTS

650

COFFEES DRUNK

1568

FACEBOOK LIKES

STRATEGY & CREATIVITY

Phasellus iaculis dolor nec urna nullam. Vivamus mattis blandit porttitor nullam.

PORTFOLIO

We pride ourselves on bringing a fresh perspective and effective marketing to each project.

  • Membuat Kalkulator dengan VB 6.0







      
    Program kalkulator adalah program standar yang sudah tersedia di Microsoft Windows. Tetapi, tak ada salahnya jika kita mencoba membuat kalkulator sendiri dengan Microsoft Visual Basic 6.0.
    Pertama-tama, buatlah sebuah form sesuai selera Anda, yang bentuknya kurang lebih seperti
    kalkulator standar Windows, seperti ini:


    Untuk properties dari masing-masing objek, saya contohkan seperti dibawah ini, dengan letak
    masing-masing objek disesuaikan dengan gambar diatas.
    Textbox 1:
    (Name) : txtDisplay
    Alignment: 1-Right Justify
    Text : (kosongkan)
    Maxlength : 12
    Command Button 1:
    (Name) : cmdAngka
    Index : 1
    Caption : 1
    Command Button 2:
    (Name) : cmdAngka
    Index : 2
    Caption : 2
    Command Button 3:
    (Name) : cmdAngka
    Index : 3
    Caption : 3
    Command Button 4:
    (Name) : cmdAngka
    Index : 4
    Caption : 4
    Command Button 5:
    (Name) : cmdAngka
    Index : 5
    Caption : 5
    Command Button 6:
    (Name) : cmdAngka
    Index : 6
    Caption : 6
    Command Button 7:
    (Name) : cmdAngka
    Index : 7
    Caption : 7
    Command Button 8:
    (Name) : cmdAngka
    Index : 8
    Caption : 8
    Command Button 9:
    (Name) : cmdAngka
    Index : 9
    Caption : 9
    Command Button 10:
    (Name) : cmdAngka
    Index : 0
    Caption : 0
    Command Button 11:
    (Name) : cmdPlusMinus
    Caption : +/-
    Command Button 12:
    (Name) : cmdKoma
    Caption : .
    Command Button 13:
    (Name) : cmdOperator
    Index : 1
    Caption : +
    Command Button 14:
    (Name) : cmdOperator
    Index : 2
    Caption : -
    Command Button 15:
    (Name) : cmdOperator
    Index : 3
    Caption : x
    Command Button 16:
    (Name) : cmdOperator
    Index : 4
    Caption : /
    Command Button 17:
    (Name) : cmdClearEntry
    Caption : CE
    Command Button 18:
    (Name) : cmdClear
    Caption : C
    Command Button 19:
    (Name) : cmdSamaDengan
    Caption : =
    Berikutnya, Anda tinggal membuat coding dari kalkulator tersebut. Jika Anda mengikuti semua
    setting properties seperti diatas, maka codingnya saya contohkan seperti ini:
    Option Explicit
    Private Hasil As Double
    Private Const opNol = 0
    Private Const opTambah = 1
    Private Const opKurang = 2
    Private Const opKali = 3
    Private Const opBagi = 4
    Private Operator As Integer
    Private NilaiBaru As Boolean
    ‘ untuk menghapus karakter terakhir
    Private Sub Hapus()
    Dim txt As String
    Dim min_len As Integer
    txt = txtDisplay.Text
    If Left$(txt, 1) = “-” Then
    min_len = 2
    Else
    min_len = 1
    End If
    If Len(txt) > min_len Then
    txtDisplay.Text = Left$(txt, Len(txt) – 1)
    Else
    txtDisplay.Text = “0″
    End If
    End Sub
    ‘ hapus angka, hasil terakhir dan operator
    Private Sub cmdClear_Click()
    cmdClearEntry_Click
    Hasil = 0
    Operator = opNol
    End Sub
    ‘ hapus angka
    Private Sub cmdClearEntry_Click()
    txtDisplay.Text = “”
    End Sub
    ‘ menambahkan koma (desimal)
    Private Sub cmdKoma_Click()
    If InStr(txtDisplay.Text, “.”) Then
    Beep
    Else
    If NilaiBaru Then
    txtDisplay.Text = “.”
    NilaiBaru = False
    Else
    txtDisplay.Text = txtDisplay.Text & “.”
    End If
    End If
    End Sub
    ‘ Menghitung
    Private Sub cmdSamaDengan_Click()
    Dim HasilBaru As Double
    If txtDisplay.Text = “” Then
    HasilBaru = 0
    Else
    HasilBaru = CDbl(txtDisplay.Text)
    End If
    Select Case Operator
    Case opNol
    Hasil = HasilBaru
    Case opTambah
    Hasil = Hasil + HasilBaru
    Case opKurang
    Hasil = Hasil – HasilBaru
    Case opKali
    Hasil = Hasil * HasilBaru
    Case opBagi
    ‘Tidak bisa dibagi nol
    If HasilBaru = 0 Then
    MsgBox “Tidak bisa dibagi 0″, vbOKOnly + vbCritical, “Kalku ERROR”
    Call cmdClear_Click
    Else
    Hasil = Hasil / HasilBaru
    End If
    End Select
    Operator = opNol
    NilaiBaru = True
    txtDisplay.Text = Format$(Hasil)
    End Sub
    ‘ menuliskan angka
    Private Sub cmdAngka_Click(Index As Integer)
    If NilaiBaru Then
    txtDisplay.Text = Format$(Index)
    NilaiBaru = False
    Else
    txtDisplay.Text = _
    txtDisplay.Text & Format$(Index)
    End If
    End Sub
    ‘ tombol tambah/kurang/bagi/kali
    Private Sub cmdOperator_Click(Index As Integer)
    cmdSamaDengan_Click
    Operator = Index
    NilaiBaru = True
    End Sub
    ‘ merubah tanda +/-
    Private Sub cmdPlusMinus_Click()
    If NilaiBaru Then
    txtDisplay.Text = “-”
    ElseIf Left$(txtDisplay.Text, 1) = “-” Then
    txtDisplay.Text = Right$(txtDisplay.Text, 2)
    Else
    txtDisplay.Text = “-” & txtDisplay.Text
    End If
    End Sub
    ‘ filter untuk angka saja yg dapat diketikkan
    Private Sub Form_KeyPress(KeyAscii As Integer)
    txtDisplay_KeyPress KeyAscii
    End Sub
    Private Sub Form_KeyUp(KeyCode As Integer, Shift As Integer)
    txtDisplay_KeyUp KeyCode, Shift
    End Sub
    ‘ supaya kursor tetap di kanan
    Private Sub txtDisplay_Change()
    txtDisplay.SelStart = Len(txtDisplay.Text)
    End Sub
    Private Sub txtDisplay_GotFocus()
    txtDisplay_Change
    End Sub
    ‘ untuk mengetikkan angka di keyboard
    Private Sub txtDisplay_KeyPress(KeyAscii As Integer)
    Dim ch As String
    ch = Chr$(KeyAscii)
    Select Case ch
    Case “0″
    cmdAngka_Click 0
    Case “1″
    cmdAngka_Click 1
    Case “2″
    cmdAngka_Click 2
    Case “3″
    cmdAngka_Click 3
    Case “4″
    cmdAngka_Click 4
    Case “5″
    cmdAngka_Click 5
    Case “6″
    cmdAngka_Click 6
    Case “7″
    cmdAngka_Click 7
    Case “8″
    cmdAngka_Click 8
    Case “9″
    cmdAngka_Click 9
    Case “*”, “x”, “X”
    cmdOperator_Click opKali
    Case “+”
    cmdOperator_Click opTambah
    Case vbCrLf, vbCr, “=”
    cmdSamaDengan_Click
    Case “-”
    cmdOperator_Click opKurang
    Case “.”
    cmdKoma_Click
    Case “/”
    cmdOperator_Click opBagi
    Case “C”, “c”
    cmdClearEntry_Click
    End Select
    KeyAscii = 0
    End Sub
    ‘ untuk ketikan angka di numpad
    Private Sub txtDisplay_KeyUp(KeyCode As Integer, Shift As Integer)
    Select Case KeyCode
    Case vbKeyNumpad0
    cmdAngka_Click 0
    Case vbKeyNumpad1
    cmdAngka_Click 1
    Case vbKeyNumpad2
    cmdAngka_Click 2
    Case vbKeyNumpad3
    cmdAngka_Click 3
    Case vbKeyNumpad4
    cmdAngka_Click 4
    Case vbKeyNumpad5
    cmdAngka_Click 5
    Case vbKeyNumpad6
    cmdAngka_Click 6
    Case vbKeyNumpad7
    cmdAngka_Click 7
    Case vbKeyNumpad8
    cmdAngka_Click 8
    Case vbKeyNumpad9
    cmdAngka_Click 9
    Case vbKeyMultiply
    cmdOperator_Click opKali
    Case vbKeyAdd
    cmdOperator_Click opTambah
    Case vbKeySeparator
    cmdSamaDengan_Click
    Case vbKeySubtract
    cmdOperator_Click opKurang
    Case vbKeyDivide
    cmdOperator_Click opBagi
    Case vbKeyDecimal
    cmdKoma_Click
    Case vbKeyBack, vbKeyDelete
    Hapus
    End Select
    KeyCode = 0
    End Sub


  • Ludruk dan Ketoprak



    L U D R U K


    Pengertian Ludruk Ludruk sebagai sebuah nama dapat dicari makna etimologisnya yang diperoleh dari berbagai informasi yang relevan. Informasi ini diperoleh dari tokoh seniman dan budayawan ludruk. Secara etimologis, kata ludruk berasal dari kata molo-molo dan gedrak-gedruk. Molo-molo berarti mulutnya penuh dengan tembakau sugi (dan kata-kata, yang pada saat keluar tembakau sugi) tersebut hendak dimuntahkan dan keluarlah kata-kata yang membawakan kidung, dan dialog. Sedangkan gedrak-gedruk berarti kakinya menghentak-hentak pada saat menari di pentas (Ahmadi, 1987:7). Pendapat lain mengatakan bahwa ludruk berasal dari kata-kata gela-gelo dan gedrak-gedruk. Gela-gelo berarti menggeleng-nggelengkan kepala pada saat menari, dan gedrak-gedruk berarti menghentakkan kaki di pentas pada saat menari. Apabila disesuaikan, kedua pendapat tersebut memiliki pengertian yang sama, yaitu verbalisasi kata-kata dan visualisasi gerak. Dengan kata lain, terdapat unsur nyanyian (kidung) dan unsur tari atau unsur bahasa dan gerak. Unsur bahasa atau verbal dalam ludruk terdiri atas dua macam bentuk verbal, yaitu nyanyian (kidungan) dan dialog (narasi). Sedangkan unsur gerak dapat berupa tarian pada saat mengidung dan lakuan (action) pada saat memainkan peran di pentas. Lakuan di pentas ludruk dapat disamakan dengan lakuan dalam drama atau teater secara umum. Gerak atau lakuan yang dapat disaksikan pada saat pementasan ludruk bukan hanya dilakukan pada saat pentas cerita berlangsung, tetapi juga pada saat kidungan sebelum pertunjukan cerita dimulai. Gerak-gerik khas pada saat itu justru muncul secara artistik sebagai gayatampil pemain, di samping ditemukan pada saat adegan dagelan sebagai rangkaian kidungan. Sejarah Kesenian Ludruk Hasil penelitian Suripan Sadi Hutomo, menurut kamus Javanansch Nederduitssch Woordenboek karya Gencke dan T Roorda (1847), Ludruk artinya Grappermaker (badutan). Sumber lain menyatakan ludruk artinya penari wanita dan badhut artinya pelawak di dalam karya WJS Poerwadarminta, Bpe Sastra (1930). Sedangkan menurut S.Wojowasito (1984) bahwa kata badhut sudah dikenal oleh masyarakat jawa timur sejak tahun 760 masehi di masa kerajaan Kanyuruhan Malan dengan rajanya Gjayana, seorang seniman tari yang meninggalkan kenangan berupa candi Badhut. Ludruk tidak terbentuk begitu saja, tetapi mengalami metamorfosa yang cukup panjang. Kita tidak punya data yang memadai untuk merekonstruksi waktu yang demikian lama, tetapi Hendricus Supriyanto mencoba menetapkan berdasarkan nara sumber yang masih hidup sampai tahun 1988, bahwa ludruk sebagai teater rakyat dimulai tahun 1907, oleh pak Santik dari desa Ceweng, Kecamatan Goda kabupaten Jombang. Bermula dari kesenian ngamen yang berisi syair syair dan tabuhan sederhana, pak Santik berteman dengan pak Pono dan Pak Amir berkeliling dari desa ke desa. Pak Pono mengenakan pakaian wanita dan wajahnya dirias coret coretan agar tampak lucu. Dari sinilah penonton melahirkan kata .Wong Lorek.. Akibat variasi dalam bahasa maka kata lorek berubah menjadi kata Lerok. Periode Lerok Besud (1920 – 1930) Kesenian yang berasal dari ngamen tersebut mendapat sambutan penonton. Dalam perkembangannya yang sering diundang untuk mengisi acara pesta pernikahan dan pesta rakyat yang lain. Pertunjukkan selanjutnya ada perubahan terutama pada acara yang disuguhkan. Pada awal acara diadakan upacara persembahan. Persembahan itu berupa penghormatan ke empat arah angin atau empat kiblat, kemudian baru diadakan pertunjukkan. Pemain utama memakai topi merah Turki, tanpa atau memakai baju putih lengan panjang dan celana stelan warna hitam. Dari sini berkembanglah akronim Mbekta artinya membawa maksud, yang akhirnya mengubah sebutan lerok menjadi lerok besutan. Periode Lerok dan Ludruk (1930 – 1945) Periode lerok besut tumbuh subur pada 1920-1930, setelah masa itu banyak bermunculan ludruk di daerah jawa timur. Istilah ludruk sendiri lebih banyak ditentukan oleh masyarakat yang telah memecah istilah lerok. Nama lerok dan ludruk terus berdampingan sejak kemunculan sampai tahun 1955, selanjutnya masyarakat dan seniman pendukungnya cenderung memilih ludruk. Sezaman dengan masa perjuangan dr Soetomo di bidang politik yang mendirikan Partai Indonesia raya, pada tahun 1933 Cak Durasim mendirikan Ludruk Oraganizatie (LO). Ludruk inilah yang merintis pementasan ludruk berlakon dan amat terkenal keberaniannya dalam mengkritik pemerintahan baik Belanda maupun Jepang. Ludruk pada masa ini berfungsi sebagai hiburan dan alat penerangan kepada rakyat, oleh pemain pemain ludruk digunakan untuk menyampaikan pesan pesan persiapan Kemerdekaan, dengan puncaknya peristiwa akibat kidungan Jula Juli yang menjadi legenda di seluruh grup Ludruk di Indonesia yaitu : Bekupon Omahe Doro, Melok Nipon Soyo Sengsoro yang pada akhirnya cak Durasim dan kawan kawan ditangkap dan dipenjara oleh Jepang. Periode Ludruk Kemerdekaan (1945 – 1965) Ludruk pada masa ini berfungsi sebagai hiburan dan alat penerangan kepada rakyat, untuk menyampaikan pesan pesan pembangunan. Pada masa ini Ludruk yang terkenal adalah Marhaen milik Partai Komunis Indonesia. Oleh sebab itu tidaklah mengherankan jika PKI saat itu dengan mudah mempengaruhi rakyat, dimana ludruk digunakan sebagai corong PKI untuk melakukan penggalangan masa untuk tujuan pembrontakan. Peristiwa madiun 1948 dan G-30 S 1965 merupakan puncak kemunafikan PKI. Ludruk benar benar mendapatkan tempat di rakyat Jawa Timur. Ada dua grup ludruk yang sangat terkenal yaitu : Ludruk Marhaen dan Ludruk Tresna Enggal. Ludruk Marhaen pernah main di Istana negara sampai 16 kali , hal ini menunjukkan betapa dekatnya para seniman ludruk dengan para pengambil keputusan di negeri ini. Ludruk ini juga berkesempatan menghibur para pejuang untuk merebut kembali irian Jaya, TRIKORA II B yang memperoleh penghargaan dari panglima Mandala (Soeharto). Ludruk ini lebih condong ke kiri sehingga ketika terjadi peristiwa G 30 S PKI Ludruk ini bubar. Periode Ludruk Pasca G 30 S PKI ( 1965 – saat ini) Peristiwa G30S PKI benar benar memperak perandakan grup grup Ludruk terutama yang berafiliasi kepada Lembaga Kebudayaan Rakyat milik PKI. Terjadi kevakuman antara 1965-1968. Sesudah itu muncullah kebijaksanaan baru menyangkut grup grup ludruk di Jawa Timur. Peleburan ludruk dikoordinir oleh Angkatan Bersenjata dalam hal ini DAM VIII Brawijaya proses peleburan ini terjadi antara tahun 1968-1970. • Eks Ludruk marhaen di Surabaya dilebur menjadi ludruk Wijaya Kusuma unit I. • Eks Ludruk Anogara Malang dilebur menjadi Ludruk Wijaya Kusuma Unit II. • Eks Ludruk Uril A Malang dilebur menjadi Ludruk Wijaya Kusuma unit III, dibina Korem 083 Baladhika Jaya Malang. • Eks Ludruk Tresna Enggal Surabaya dilebur menjadi ludruk Wijaya Kusuma unit IV. • Eks Ludruk Kartika di Kediri dilebur menjadi Ludruk Kusuma unit V. Diberbagai daerah ludruk dibina oleh ABRI, sampai tahun 1975. Sesudah itu mereka kembali ke grup seniman ludruk yang independen hingga kini. Dengan pengalaman pahit yang pernah dirasakan akibat kesenian ini, Ludruk lama tidak muncul kepermukaan sebagai sosok Kesenian yang menyeluruh. Pada masa ini ludruk benar benar menjadi alat hiburan. Sehingga generasi muda yang tidak mendalami sejarah akan mengenal ludruk sebagai grup sandiwara Lawak. 

    KE T O P R A K

    1. Pengertian Ketoprak Hampir sama dengan ludruk, ketoprak merupakan drama tradisional yang diperagakan oleh sebuah grup kesenian dan digelarkan di sebuah panggung dengan mengambil cerita dari sejarah, cerita panji, dongeng dan lainnya dengan diselingi lawak. Ketoprak muncul pada tahun ± 1922 pada masa Mangkunegaran. Kesenian ini diiringi musik dari gamelan yang berupa lesung, alu, kendang dan seruling. Karena cerita atau pantun-pantunnya merupakan sindiran kepada Pemerintah atau Kerajaan maka kesenian ketoprak ini dilarang. Namun kesenian rakyat ini akhirnya tetap berkembang di pedesaan/ pesisiran. Setelah sampai di Yogyakarta ketoprak disempurnakan dengan iringan gamelan Jawa lengkap dengan tema ceritanya mengambil babad sejarah, cerita rakyat atau kerajaan sendiri. Ketoprak ini dilakukan oleh beberapa orang sesuai dengan keperluan ceritanya. Adapun ciri khas dari ketoprak ini dilakukan dengan dialog bahasa Jawa. Tema cerita dalam sebuah pertunjukan ketoprak bermacam-macam. Biasanya diambil dari cerita legenda atau sejarah Jawa. Banyak pula diambil cerita dari luar negeri. Tetapi tema cerita tidak pernah diambil dari repertoar cerita epos (wiracarita): Ramayana dan Mahabharata. Sebab nanti pertunjukkan bukan ketoprak lagi melainkan menjadi pertunjukan wayang orang. 2. Sejarah Ketoprak Ketoprak adalah satu dari puluhan kesenian tradisional yang masih dapat bertahan hingga sekarang. Kesenian ini lahir sekitar tahun 1920 di Solo, namun mencapai puncaknya di Jogja pada sekitar tahun 1950an. Semula ketoprak merupakan hiburan rakyat yang diciptakan oleh seseorang di luar kerajaan. Mereka menyiapkan panggung dan berlagak menjadi raja, pejuang, pangeran, putri, dan siapa pun yang mereka inginkan. Pada perkembangannya, hiburan ketoprak juga diminati oleh anggota kerajaan, dan di setiap penampilannya selalu ada pelawak yang membuat ketoprak terasa semakin hidup. Kesenian yang dalam penyajian atau pementasannya menggunakan bahasa Jawa ini memiliki cerita yang beragam dan menarik. Mirip dengan teater, pertunjukan ini diisi dengan dialog-dialog yang membawa penonton merasakan atmosfir “dunia” Jawa pada masa Raja-Raja berkuasa. Ceritanya diambil dari mana saja, baik dari sejarah tanah Jawa hingga cerita-cerita fantasi. Penampilannya juga selalu disertai tembang-tembang Jawa yang disisipkan di beberapa bagian cerita, sehingga dapat juga dibilang ketoprak di satu pihak mirip dengan operet. Kostum dan dandanannya menyesuaikan dengan adegan atau lakon. Pada awalnya, ketoprak menggunakan iringan suara lesung dan alu yang biasa digunakan sebagai alat penumbuk padi. Alat-alat ini menimbulkan suara: prak, prak, prak, yang merupakan asal dari kata ketoprak. Namun saat ini jalan cerita ketoprak diiringi oleh irama gamelan dan keprak yang tak henti. Dan ini sangat menarik dinikmati, terutama apabila memang pertunjukan ketoprak yang disuguhkan mengangkat cerita humor yang dapat mengundang tawa. Modernisasi Ketoprak Seiring berkembangnya jaman, budaya-budaya tradisional harus dapat berkompromi dan beradaptasi dengan jaman sekarang agar mereka bisa bertahan. Modernisasi ini bertujuan agar budaya tradisional Indonesia tidak punah. Beberapa tayangan di televisi yang berhasil mempertahankan budaya ketoprak adalah Ketoprak Humor, Ketoprak Canda, Ketoprak Jampi Stres dan Ketoprak Plesetan. Tayangan-tayangan televisi di atas telah dimodifikasi sedemikian sehingga mereka dapat beradaptasi dengan jaman sekarang, tetapi tidak kehilangan esensi mereka sebagai kebudayaan tradisional. Menurut data Survey Research Indonesia, salah satu lembaga pemeringkat acara televisi, akhir Juni 2000, rating (peringkat) Ketoprak Canda 5. Artinya, acara itu ditonton oleh 5% dari sejumlah pemirsa di beberapa kota yang disurvai. Sementara Ketoprak Humor mengumpulkan rating 9. Dari angka-angka di atas, dapat kita lihat bahwa modernisasi ketoprak di Indonesia cukup berhasil.

    By : Saya (tugas Bahasa Daerah)
  • Newsletter

    Subscribe Our Newsletter

    Enter your email address below to subscribe to our newsletter.

    About Us

    WHAT WE DO

    We've been developing corporate tailored services for clients for 30 years.

    CONTACT US

    For enquiries you can contact us in several different ways. Contact details are below.

    MAS-Share

    • Street :Road Street 00
    • Person :Person
    • Phone :+045 123 755 755
    • Country :POLAND
    • Email :contact@heaven.com

    Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua.

    Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam, quis nostrud exercitation.